Selasa, 27 April 2010

OLIGODINAMIK

OLIGODINAMIK

1.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pertumbuhan mikroba dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, proses berlangsungnya metabolisme dan komposisi media atau substrat tempat hidupnya. Kondisi lingkungan antara lain : pH, senyawa kimia ( ion logam, organik dan an organik ), temperatur, tekanan osmosa, dan lain-lain. Ion logam yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba antara lain : ion Cu++, ion Ag+, dan ion Hg+. Proses penghambatan ion logam terhadap pertumbuhan mikroba disebut oligodinamik.

1.2 Tujuan

· Mengetahui cara kerja dalam uji oligodinamik pertumbuhan mikrorgansme oleh logam

· Dapat melaksanakan uji Oligodinamik pertumbuhan mikrorgansme oleh ion logam Cu

· Dapat menganalisis kemampuan logam dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

II LANDASAN TEORI

Prinsip pengerjaan oligodinamik adalah suatu pengujian pengaruh suatu logam terhadap petumbuhan mikroorganisme di dalam suatu sistem pertumbuhan mikroorganisme Di antara logam-logam berat yang umum dipakai di dalam pengujian ini adalah logam tembaga. Logam tembaga merupakan logam yang tahan korosi dan dapat menyebabkan kematian serta hambatan terhadap pertumbuhan mikroorganisme.

Gambar

reaksi

III PERCOBAAN

3.1 Peralatan yang digunakan

· Tabung Reaksi Steril, 2 buah

· Pinset, 1 buah

· Logam Tembaga (Cu), 1 buah (uang logam 100 rupiah )

· Cawan Petri Steril, 1 buah

· Pembakar Spiritus, 1 buah

· Pipet Ukur Steril, 1 ml, 1 buah

· Inkubator, 1baih

3.1 Bahan yang digunakan

· Agar Kaldu steril, 1 tabung reaksi

· Serratia marcescens, 1 buah

3.2 Cara Kerja

Urutan kerja dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :

· Bakarlah logam tembaga hingga steril (sampai membara), dan tempatkanlah tembaga tersebut tepat di tengah-tengah cawan petri kosong.

· Campurkan 1(satu) ml suspensi biakan Serratia marcescens ke dalam 9(sembilan) ml agar-agar yang telah dicairkan dan didinginkan sampai suhu kira-kira 45-50 oC, dan tuangkan campuran ke dalam cawan petri yang berisi logam tembaga.

· Goyang cawan petri sampai agar-agar merata di seluruh permukaan cawan petri

· Beri label cawan petri dengan data yang dperlukan, misalnya : nama biakan, nama logam, nama penguji, tanggal, dan lain-lain. Kemudian bungkus cawan petri dan simpanlah pada inkubator yang suhunya 30oC, selanjutnya amati pertumbuhan mikroba setelah 24 (dua puluh empat) jam.

3.3 Data yang diambil

· Konsentrasi suspensi Serratia marcescens

· Luas penampang tembaga atau diameter uang logam

· Luas bidang kosong yang tidak mengandung mikroorganisme setelah inkubasi

IV KESELAMATAN KERJA

· Gunakan peralatan sesuai dengan contoh penggunaannya oleh instruktur

· Pembakar spiritus adalah alat yang paling berbahaya, gunakan api saat bekerja saja dan matikan segera jika tidak terpakai.

· Hindari kontaminasi dengan bekerja dengan rapih, bersih, sistematik dan mengurangi bercakap-cakap saat bekerja.

· Pastikan bahwa inkubasi dilakukan pada temperatur yang tepat agar proses pengujian optimal.

V PENGOLAHAN DATA

5.1. Penyajian laporan

· Sajikan mekanisme kerja pengujian oligodinamik

· Sajikan hasil pengujian berupa : luas permukaan tembaga, luas bidang kosong yang tidak ditumbuhi mikroba

5.2 Hal-hal yang Dibahas dalam Laporan

Bahas hasil pengujian daya hambat tembaga terhadap pertumbuhan mikroorganisme

PUSTAKA

Sastramihardja, Ibrahim, “ Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Dasar”, Jurusan Teknik Kimia, ITB, 1993

MW, Emanuaella et al, “ Petunjuk Praktikum Dasar Bioproses”, Jurusan Teknik Kimia Polban, 2002.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar