Selasa, 27 April 2010

PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI

PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI
(VIRGIN COCONUT OIL /VCO)
Oleh :
Dianty Rosirda Dewi Kurnia, ST


I. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Minyak kelapa selama ini lebih banyak dikenal sebagai minyak goreng. Padahal, sebelum industri CPO (Crude Palm Oil) dari sawit berkembang, minyak kelapa merajai pasar minyak nabati dunia. Minyak kelapa merupakan bahan baku industri kosmetik, terutama sabun mandi. Setelah CPO masuk ke pasar dunia, minyak kelapa sebagai minyak goreng maupun bahan baku industri farmasi langsung tersaingi.

Minyak kelapa dapat dihasilkan dengan dua cara, yaitu cara basah dengan menggunakan santan dan cara kering dengan menggunakan kopra. Cara basah umumnya dilakukan secara tradisional dimana santan diuapkan airnya sehingga terbentuk minyak kelapa dan gumpalan protein. Pada proses ini protein cenderung akan terdenaturasi serta dibutuhkan energi panas yang cukup besar pada proses pengolahannya.

Saat ini dikembangkan teknologi pembuatan minyak kelapa secara basah dengan menggunakan teknologi fermentasi, yaitu dengan menambahkan suatu inokulum (mikroba) ke dalam larutan santan dan diinkubasikan. Teknologi ini lebih unggul karena minyak kelapa yang dihasilkan lebih banyak, efisien dalam penggunaan energi serta produk yang lebih jernih, bersih, harum dan tahan lama.

b. Tujuan
a. Umum
Mengetahui pembuatan minyak kelapa murni dengan memanfaatkan mikroba menggunakan teknologi fermentasi
b. Khusus
Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa dapat :
1. Membuat minyak kelapa murni secara fermentasi dengan menggunakan mikroba tertentu dengan beberapa variabel
2. Menerapkan teknik aseptis dengan baik
3. Melakukan analisa terhadap produk minyak kelapa murni yang dihasilkan


II. TINJAUAN PUSTAKA
Virgin Coconut Oil adalah minyak kelapa yang di olah dari kelapa segar (bukan kopra). Prosesnya dilakukan pada suhu relatif rendah. Minyak ini berwarna bening (jernih) dan beraroma khas kelapa. Bersamaan dengan minyak zaitun (olive oil), minyak wijen (sesame oil), dan minyak tengkawang (tengkawang oil), VCO banyak diserap oleh industri farmasi dan kosmetik.

Ada dua cara untuk menghasilkan minyak kelapa murni, yaitu proses panas dan dingin. Proses panas dilakukan dengan memanaskan santan pada suhu 60-80oC, sedangkan proses dingin dilakukan dengan proses fermentasi baik menggunakan enzim maupun mikroba. Mikroba yang dapat digunakan antara lain Candida utilis dan Sacharomyces cerevisieae.

Minyak kelapa murni memiliki rasa yang lembut dengan aroma khas kelapa yang unik. Aroma tidak dihilangkan melalui penyaringan dengan karbon aktif, bentonit dan zeolit karena akan sangat mempengaruhi viscositas,berat jenis, titik beku, rasa, kadar asam laurat, antioksidan dan asam organik penting yang menyebabkan flavornya hambar atau hilang.

Karena proses pembuatannya tidak menggunakan pemanasan yang tinggi, VCO akan mengandung asam lemak jenuh berantai karbon sedang (Medium Chain Fatty Acid/MCFA), vitamin E dan mempertahankan enzin-enzim yang terdapat dalam daging buah kelapa.

VCO mempunyai sifat tahan terhadap panas, cahaya dan oksigen serta tahan terhadap proses degradasi. Dengan sifat itu VCO dapat disimpan pada suhu kamar dalam waktu relatif lama. VCO akan membeku pada suhu di bawah 24oC. Dalam keadaan beku VCO berwarna putih murni dan dalam keadaan cair berwarna kuning lembut atau bening.

VCO mengandung lauric Acid atau asam laurat yang di dalam tubuh manusia akan diubah menjadi monolaurin yang dapat membunuh virus, bakteri, cendawan dan protozoa sehingga dapat menangkal serangan virus seperti HIV, herpes, influenza dan bakteri-bakteri patogen. Sebagai MCFA VCO berfungsi meningkatkan metabolisma dalam tubuh untuk menambah energi dan mengontrol berat badan.

ManfaatVCO (MurrayPrice Ph.D, Coconut Oil for Your Health, Longevity Publishing House, 2003).
• Mengurangi resiko atherosclerosis (pengerasan pembuluh darah), sakit jantung, stroke dan tekanan darah tinggi, kanker, tumor dan gangguan degeneratif lainnya
• Mengurangi berat badan dan mencegah obesitas (kegemukan).
• Membantu mencegah osteoporosis (keropos tulang).
• Berfungsi sebagai antioksidan pelindung pencegah oksidasi berlebihan akibat lemak trans dan radikal bebas.
• Menghambat dan menghentikan oksidasi penyebab kerusakan sel dan jaringan yang diakibatkan oleh serangan radikal bebas.
• Membantu melindungi tubuh dari radikal bebas berbahaya penyebab penuaan dini
• Memberikan dan meningkatkan sumber energi secara cepat serta menunjang fungsi metabolik sehat.
• Mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan kronis.
• Membantu mencegah penuaan dini dan keriput pada kulit dan mendukung keseimbangan kimiawi kulit secara alami..
• Mencegah kerusakan yang ditimbulkan akibat radiasi sinar ultra violet pada kulit.
• Memberikan penampilan rambut yang sehat dan tidak kering, mengendalikan ketombe dan kutu rambut.
• Tidak memiliki efek samping yang berbahaya (lemak trans dan radikal bebas yang beracun) bila dikonsumsi.
• Sangat resistan terhadap kerusakan (masa kadaluarsa lama)
• Resistan terhadap panas, sehingga merupakan minyak yang paling aman dan sehat untuk memasak.
• Pada suhu tinggi Virgin Coconut Oil tidak membentuk zat yang berbahaya seperti pada minyak nabati (sayur) hidrogenasi.




III. PERCOBAAN
a. Susunan Alat dan Bahan yang Digunakan
Alat :
1. Gelas kimia
2. Saringan
3. Corong
4. Baskom plastik
5. Hot plate
6. Gelas ukur
7. Botol
8. Timbangan
9. Kertas saring
10. Blender

Bahan :
1. Santan dari buah kelapa segar yang sudah tua atau matang
2. Air kelapa
3. Air
4. ragi candida utilis, Sacharomyces cerevisieae, ragi roti (vermipan), ragi tape.

b. Prosedur Kerja
1. Siapkan kelapa parut dan air dengan perbandingan 1 : 1
2. Blender kelapa parut sebanyak 3 x 15 detik
3. Saring sehingga terbentuk santan
4. Pembuatan inokulum ragi candida utilis dan Sacharomyces cerevisieae :
a. Siapkan air kelapa dan santan
b. Pasteurisasikan air kelapa, santan serta campuran santan dan air kelapa dengan perbandingan 1 : 1 pada suhu 80oC selama 10 menit
c. Masukkan 20 ml air kelapa, 20 ml santan dan campuran 10 ml santan dan 10 ml air kelapa yang telah dipasteurisasi ke dalam erlenmeyer steril.
d. Diamkan sampai agak dingin
e. Inokulasikan 3 ose candida utilis atau Sacharomyces cerevisieae ke dalam media diatas.
f. Inkubasi. Untuk ragi candida utilis selama 6 jam, ragi Sacharomyces cerevisieae selama 24 jam
5. Pembuatan VCO
a. Masukkan santan sebanyak 3 x 200 ml ke dalam gelas kimia. Tutup dengan alumunium foil.
b. Pasteurisasikan pada suhu 80oC selama 10 menit
c. Dinginkan sampai suhu yang cukup untuk diinokulasikan
Untuk ragi candida utilis dan Sacharomyces cerevisieae :
d. Masukkan inokulum yang telah disiapkan
e. Inkubasikan selama 24 jam pada suhu + 28oC untuk ragi candida utilis dan + 35oC untuk ragi Sacharomyces cerevisieae.
Untuk ragi roti dan tape :
d. Masukkan 2, 10 dan 20 gram ragi roti atau ragi tape
e. Inkubasikan selama 24 jam pada suhu + 28oC
f. Setelah diinkubasi selama 24 jam akan terlihat bahwa santan terpisah menjadi 3 bagian, yaitu lapisan minyak, blondo dan air


g. Pisahkan lapisan minyak, saring dengan menggunakan kertas saring
h. Analisa VCO yang diperoleh dengan mengukur kadar air, indeks bias, viskositas dan berat jenisnya


c. Data yang Diambil
Media produksi Jenis mikroba Volume VCO yang diperoleh (ml) Massa VCO yang diperoleh (gram)
Air kelapa Candida utilis
Santan Candida utilis
Air kelapa + santan Candida utilis
Air kelapa Sacharomyces cerevisieae
Santan Sacharomyces cerevisieae
Air kelapa + santan Sacharomyces cerevisieae

Massa ragi (gram) Jenis ragi Volume VCO yang diperoleh (ml) Massa VCO yang diperoleh (gram)
2 Ragi roti
10 Ragi roti
20 Ragi roti
2 Ragi tape
10 Ragi tape
20 Ragi tape



IV. KESELAMATAN KERJA
• Wajib mengenakan lab-jas.
• Jangan sampai suspensi mikroorganisme tumpah. Bila tumpah segera bersihkan. Cuci tangan dan semua yang kontak dengan mikroorganisme tersebut.
• Disarankan untuk sarapan dan minum susu sebelum melaksanakan praktikum


V. PENGOLAHAN DATA
Hasil analisa kadar air, berat jenis, viskositas dan indeks bias VCO yang diperoleh :


Media produksi Jenis mikroba Hasil analisa
Kadar air Berat jenis Indeks bias Visko-sitas
Air kelapa Candida utilis
Santan Candida utilis
Air kelapa + santan Candida utilis
Air kelapa Sacharomyces cerevisieae
Santan Sacharomyces cerevisieae
Air kelapa + santan Sacharomyces cerevisieae

Massa ragi (gram) Jenis mikroba Hasil analisa
Kadar air Berat jenis Indeks bias Visko-sitas
2 Ragi roti
10 Ragi roti
20 Ragi roti
2 Ragi tape
10 Ragi tape
20 Ragi tape

Lakukan pembahasan terhadap percobaan dan hasil analisa produk yang telah dilakukan. Ambil kesimpulan.



Daftar Pustaka :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar